Jauh
di ufuk Timur terdapat sebuah Universitas yang bernama Universitas Papua
bertempat di Manokwari Papua Barat. Unipa sendiri adalah pemekaran dari Faperta
Universitas Cendrawasih Jayapura, namun saat ini telah melepaskan diri dan
berdiri sendiri menjadi sebuah kampus di Papua Barat. Faktor dari setiap
provinsi harus memiliki satu kampus Kedokteran maka Unipa berjuang untuk
memiliki fakultas tersebut. Rektor satu Unipa yaitu Suriel Mofu memperjuangkan
adanya Fakultas Kedokteran dengan bekerjasama bersama Bupati dan Pemerintah
Daerah kota Sorong akhirnya terbentuklah FK, tetapi berlokasi di Aimas Sorong.
Mengapa di Aimas? Yah karena bekerjasama dengan Pemda Sorong dan FK di berikan
gedung sebagai kampusnya. Jadilah, FK UNIPA Kampus II di Sorong.
Adanya
FK Unipa di Aimas belum banyak yang mengetahuinya, karena FK merupakan kampus
yang baru didirikan di Papua Barat. Berdirinya kampus FK pada Mei 2014 dan juga
sebagai angkatan pertama, tetapi tahun 2014 masih dalam bentuk program studi
kedokteran Unipa. Berjalannya waktu pada tahun 2015 saat ini baru berubah dari
program studi pendidikan dokter menjadi Fakultas Kedokteran (FK). Angkatan
ke-dua pun telah hadir pada tahun 2015, jadi saat ini Fakultas Kedokteran Unipa
terdiri dari dua angkatan.
FK
Unipa bekerjasama dan di naungi oleh Universitas Indonesia (UI), yang mana
artinya dosen untuk jurusan kedokteran di ampuh oleh dosen dari UI. Jurusan
yang ada di FK Unipa hanya terdiri dari Pendidikan Dokter Umum saja, mungkin
nanti akan ada jurusan lain lagi. FK Unipa sendiri memiliki sistem seperti UI
sehingga meski jauh di ufuk timur tetapi Mahasiswa FK Unipa akan berusaha
memiliki kualitas yang sama dengan Fk di daerah Barat sana. Adanya FK Unipa
bertujuan menciptakan dokter yang berkualitas, dan 6 tahun yang akan datang hal
tersebut akan tercapai agar masalah kesehatan di Papua dapat teratasi. Untuk
Mahasiswa FK Unipa sendiri telah disepakati bahwa yang terseleksi menjadi
mahasiswa FK Unipa hanyalah para siswa lulusan Papua Barat oleh sebab itu kita
patut berbangga karena kedepannya para calon dokter akan mengabdi kepada tanah
Papua untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat yang ada di Papua.
Dalam sebuah kampus dan fakultas rasanya
hambar apabila tidak adanya sebuah organisasi yang menaunginya. Pada bulan Juni
2014 sebuah organisasi FK UNIPA yang bernama HIMASTER (Himpunan Mahasiswa
Kedokteran) di bentuk, namun Himaster sendiri baru dilantik dan di resmikan
pada bulan Februari 2015. Mengapa perjalanannya membutuhkan waktu yang lama? Karena
pada saat itu Mahasiswanya baru angkatan perdana dan belum memiliki adik
tingkat, sehingga pada saat mendekati akan adanya mahasiswa baru, barulah
diresmikan dan dilantik serta untuk penyeimbang antara akademik dan kegiatan
sosial.
Himaster
bertujuan untuk mempersatukan semua Mahasiswa FK agar terjalin hubungan yang
serasi. Himaster untuk saat ini di pegang oleh angkatan perdana hingga 2 tahun
yang akan datang. Kegiatan yang pernah dilakukan terkait dengan program yang
telah di buat yakni : kegiatan bakti sosial oleh bidang Pengabdian Masyarakat
yang terdiri dari :
1. Sosialisasi
HIV di SMA Negeri 2 Aimas
2. Penyuluhan
PHBS (pola hidup bersih dan sehat) tentang cacingan dan pencegahannya yang
bertempat di SD Inpres 3 Aimas
3. Pengobatan
masal di kampung Malakabu yang bekerjasama dengan dr. Levana dan dr. Alan untuk
diagnosis serta pengobatan penyakit. Untuk tensi, ukur berat badan, tinggi
badan, dan lingkar kepala khusus dilakukan oleh Mahasiswa
4. Pembagian
sembako sekaligus bersama pengobatan masal.
Wah,
luar biasa yaa… meski baru ada tetapi telah banyak usaha yang dilakukan
ditengah-tengah masyarakat. Nah ini berarti Himaster dan FK Unipa siap ada
untuk mengabdi kepada masyarakat. Semoga kedepannya Himaster semakin jaya dan
terkenal di tengah-tengah masyarakat bukan hanya di Papua. Mari kita terbitkan
bintang kedokteran di ufuk timur Papua. [RQA]
