Selasa, 17 November 2015

Di Ufuk Timur Papua, Kedokteran Terbentang


Jauh di ufuk Timur terdapat sebuah Universitas yang bernama Universitas Papua bertempat di Manokwari Papua Barat. Unipa sendiri adalah pemekaran dari Faperta Universitas Cendrawasih Jayapura, namun saat ini telah melepaskan diri dan berdiri sendiri menjadi sebuah kampus di Papua Barat. Faktor dari setiap provinsi harus memiliki satu kampus Kedokteran maka Unipa berjuang untuk memiliki fakultas tersebut. Rektor satu Unipa yaitu Suriel Mofu memperjuangkan adanya Fakultas Kedokteran dengan bekerjasama bersama Bupati dan Pemerintah Daerah kota Sorong akhirnya terbentuklah FK, tetapi berlokasi di Aimas Sorong. Mengapa di Aimas? Yah karena bekerjasama dengan Pemda Sorong dan FK di berikan gedung sebagai kampusnya. Jadilah, FK UNIPA Kampus II di Sorong.
Adanya FK Unipa di Aimas belum banyak yang mengetahuinya, karena FK merupakan kampus yang baru didirikan di Papua Barat. Berdirinya kampus FK pada Mei 2014 dan juga sebagai angkatan pertama, tetapi tahun 2014 masih dalam bentuk program studi kedokteran Unipa. Berjalannya waktu pada tahun 2015 saat ini baru berubah dari program studi pendidikan dokter menjadi Fakultas Kedokteran (FK). Angkatan ke-dua pun telah hadir pada tahun 2015, jadi saat ini Fakultas Kedokteran Unipa terdiri dari dua angkatan.
FK Unipa bekerjasama dan di naungi oleh Universitas Indonesia (UI), yang mana artinya dosen untuk jurusan kedokteran di ampuh oleh dosen dari UI. Jurusan yang ada di FK Unipa hanya terdiri dari Pendidikan Dokter Umum saja, mungkin nanti akan ada jurusan lain lagi. FK Unipa sendiri memiliki sistem seperti UI sehingga meski jauh di ufuk timur tetapi Mahasiswa FK Unipa akan berusaha memiliki kualitas yang sama dengan Fk di daerah Barat sana. Adanya FK Unipa bertujuan menciptakan dokter yang berkualitas, dan 6 tahun yang akan datang hal tersebut akan tercapai agar masalah kesehatan di Papua dapat teratasi. Untuk Mahasiswa FK Unipa sendiri telah disepakati bahwa yang terseleksi menjadi mahasiswa FK Unipa hanyalah para siswa lulusan Papua Barat oleh sebab itu kita patut berbangga karena kedepannya para calon dokter akan mengabdi kepada tanah Papua untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat yang ada di Papua.
   Dalam sebuah kampus dan fakultas rasanya hambar apabila tidak adanya sebuah organisasi yang menaunginya. Pada bulan Juni 2014 sebuah organisasi FK UNIPA yang bernama HIMASTER (Himpunan Mahasiswa Kedokteran) di bentuk, namun Himaster sendiri baru dilantik dan di resmikan pada bulan Februari 2015. Mengapa perjalanannya membutuhkan waktu yang lama? Karena pada saat itu Mahasiswanya baru angkatan perdana dan belum memiliki adik tingkat, sehingga pada saat mendekati akan adanya mahasiswa baru, barulah diresmikan dan dilantik serta untuk penyeimbang antara akademik dan kegiatan sosial.
Himaster bertujuan untuk mempersatukan semua Mahasiswa FK agar terjalin hubungan yang serasi. Himaster untuk saat ini di pegang oleh angkatan perdana hingga 2 tahun yang akan datang. Kegiatan yang pernah dilakukan terkait dengan program yang telah di buat yakni : kegiatan bakti sosial oleh bidang Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari :
1.      Sosialisasi HIV di SMA Negeri 2 Aimas
2.      Penyuluhan PHBS (pola hidup bersih dan sehat) tentang cacingan dan pencegahannya yang bertempat di SD Inpres 3 Aimas
3.      Pengobatan masal di kampung Malakabu yang bekerjasama dengan dr. Levana dan dr. Alan untuk diagnosis serta pengobatan penyakit. Untuk tensi, ukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala khusus dilakukan oleh Mahasiswa
4.      Pembagian sembako sekaligus bersama pengobatan masal.
Wah, luar biasa yaa… meski baru ada tetapi telah banyak usaha yang dilakukan ditengah-tengah masyarakat. Nah ini berarti Himaster dan FK Unipa siap ada untuk mengabdi kepada masyarakat. Semoga kedepannya Himaster semakin jaya dan terkenal di tengah-tengah masyarakat bukan hanya di Papua. Mari kita terbitkan bintang kedokteran di ufuk timur Papua. [RQA]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar